Contoh Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

Berbagai kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara Indonesia terus saja terjadi meski negara telah mengantisipasinya dengan berbagai cara. Pelanggaran tersebut terjadi ketika warga negara tidak dapat menikmati atau memperoleh haknya seperti yang telah ditetapkan oleh Undang-undang. Selain itu, pelanggaran tersebut juga terjadi karena adanya pelalaian ataupun pengingkaran terhadap kewajiban apakah dilakukan oleh warga negara atau bahkan negara.

Contoh Kasus pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

Contoh pelanggaran tersebut seperti misalnya kemiskinan yang masih menimpa sebagian masyarakat Indonesia, atau banyaknya pemandangan pengamen dan peminta-minta di jalanan juga termasuk sebuah pelanggaran. Pelanggaran tersebut dilakukan oleh negara karena dalam Undang-Undang disebutkan setiap warga negara berhak atas penghidupan dan pendidikan yang layak.

Baca juga : Penanganan Pelanggaran Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia

Kemiskinan yang menimpa warga negara Indonesia disebabkan oleh berbagai hal, baik disebabkan oleh warga negara Indonesia sendiri yang malas dan enggan bekerja. Namun, kemiskinan juga bisa jadi disebabkan karena gagalnya pemerintah mengatasi kesenjangan ekonomi yang terjadi akibat sistem yang kurang pro rakyat kecil misalnya.

Faktor Terjadinya Kasus pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

Tentunya, terdapat berbagai faktor terjadinya kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara yang bisa kita pahami agar masing-maisng kita bisa saling memperbaiki diri. Berbagai faktor tersebut misalnya adanya sifat egois warga negara dan terlalu mementingkan diri sendiri, menuntut hak namun lupa dengan kewajiban. Orang yang egois akan selalu mementingkan diri sendiri, selalu menghalalkan cara meskipun melanggar hak orang lain.

Faktor kedua yakni rendahnya kesadaran berbangsa dan bernegara, sikap demikian ini si pelanggar bersikap seenaknya sendiri dan tidak mempedulikan orang lain. Padahal, orang lain sama-sama memilki hak, namun si pelaku tidak menyadari dan tidak menghormati, bahkan menutup mata terhadaphak orang lain yang dirampas. Hal demikian bisa jadi akan memunculkan perilaku atau bahkan tindakan menyimpang terhadap hak dan kewajiban warga negara.

Baca juga : Partisipasi Masyarakat untuk Mencegah Pelanggaran Hak dan Kewajiban Warga Negara

Faktor ketiga yakni adanya sikap tidak toleran, sikap tersebut tentu saja merugikan pihak lain karena memunculkan sikap tidak saling menghargai dan menghormati orang lain. Jika hal ini terjadi, kemudian akan membuat orang lain untuk melakukan diskriminasi, karenanya alangkah baiknya jika masing-masing kita saling menghargai dan menghormati hak orang lain.

Faktor keempat yaitu adanya penyalahgunaan kekuasaan, atau istilah kerennya abuse of power dimana terjadi banyak kekuasaan yang berlaku di dalam masyarakat. Kekuasaan di sini tidak saja kekuasaan pemerintahan, namun juga bentuk-bentuk kekuasaan lain di tengah masyarakat misalnya saja kekuasaan di dalam perusahaan misalnya pengusaha yang tidak mengizinkan karyawannya untuk mengambil cuti hamil, atau bahkan tidak membayar Tunjangan Hari Raya (THR) dan berbagai penyalahgunaan kekuasaan lainnya.

Faktor kelima yakni adanya ketidaktegasan aparat penegak hukum yang tidak tegas terhadap para pelanggar hak dan kewajiban warga negara. Jika hal tersebut terjadi, maka akan memicu terjadinya pelanggaran lainnya, karena itu jika terjadi pelanggaran demikian, maka sebaiknya harus diusut secara tuntas agar pelaku jera dan hal yang sama tidak terjadi.

Faktor keenam yaitu terjadi penyalahgunaan teknologi dimana efek negatif dari kemajuan teknologi memicu tumbulknya kejahatan. Contohnya, adanya penipuan mama pinta pulsa, atau kasus penculikan dan peemrkosaan yang bermula dari sosial media, dan berbagai kasus lainnya yang banyak terjadi di masyarakat.

Cara Mencegah Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban

Mempelajari faktor-faktor terjadinya kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dan berbagai bentuknya, tentu membuat kita menjadi tahu dan sebaiknya selalu meningkatkan kewaspadaan diri. Dengan bersikap waspada, setidaknya kita bisa terhindar untuk menjadi korban ataupun menjadi pelaku pelanggaran itu sendiri.

Leave a Comment