5+ Jenis-Jenis Sistem Politik Menurut Para Ahli dan Secara Umum

Di dalam masing-masing negara menggunakan sistem politik yang berbeda-beda, dari masing-masing sistem tersebut memiliki kelebihan serta kekurangannya yang berbeda-beda. Namun, di negara Indonesia menggunkan sistem politik demokrasi. Untuk lebih rincinya perhatikan penjelasan berikut.

Macam-Macam Sistem Politik Menurut Para Ahli

Setiap sistempolitik mempunyai strategi masing-masing. Sehingga, sebuah sistem politik mempunyai banyak penggolongan yang dikemukakkan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut:

Jenis-Jenis Sistem Politik menurut Almond Powel

Di dalam bukunya yang berjudul “Comparative politik: Syistem, Process, and Policy”, Almond Powel membagi sistem politik dalam tiga jenis, yaitu;

  1. Sistem primitif yang intermittent, sistem ini menggambarkan adanya sebuah kultur yang samar-samar serta bersifat agam.
  2. Sistem politik tradisional, dengan bentuk-bentuk yang bersifat pemerintahan politik yang amana antara satu dengan yang lain berbeda serta sebuah kultur subjek.
  3. Sistem politik modern, di dalam sistem ini terdapat bentuk-bentuk politik bermacam-macam yang tumbuh dan menggambarkan kegiatan kultur politik partisipan.

Baca juga : Pengertian Kekuasaan Legislatif, Tugas Dan Wewenangnya

Jenis-Jenis Sistem Politik menurut Samuel Huntington

Di dalam bukunya yang berjudul “The Clash of Civilizations and The Remaking of Word Order”, Samuel Huntington membedakan sistem politik dengan menggunakan acuan pada pemegang jabatan negara serta hasil dari penggunaan jabatan tersebut. Menurut Samue Huntington sistem politik dibagi atas:

  1. Sistem Politik Demokrasi. Golongan yang berkuasa terdiri atas banyak orang dan jabatan negara tersebut terbatas dalam aspek-aspek tertentu serta beberapa masyarakat mempunyai kebebasan dalam merencanakan kehidupannya sendir.
  2. Sistem Politik Non Demokrasi. Golongan yang memiliki keuasaan terdiri atas beberapa individu atau sekelompok orang serta jabatan negara yang melingkupi semua dimensi kehidupan negara serta masyarakat. Struktur politik ini melingkupi monarki absolut, kediktatoan/otoriter, rezim militer, serta rezim komunis.

Jenis-Jenis Sistem Politik menurut Frend W. Riggs

Di dalam bukunya yang berjudul “A Criique of Red W. Rigg’s Public Administration”. Frend W. Riggs membagi sistem politik dengan menggunakan acuan pada empat institusi yang utama dalam sistem politik, ialah eksekutif, borikrasi, legislatif, dan partai politik. Berlandaskan hal tersebut, sitem politik dibedakan menjadi enam, yaitu antara lain:

1. Sistem Politik Asepali

Sistem Politik Asepali merupakan sebuah sistem yang tidak mempunyai eksekutif, legislatif, birokratif, serta sistem kepartaian.

Baca juga : Pelaksanaan Sistem Demokrasi Pancasila Di indonesia

2. Sistem Politik Prosepali

Sistem Politik Prosepali merupakan sistem yang tidak mempunyai legislatif, birokrasi, serta sistem kepartaian, namun masih mempunyai eksekutif

3. Sistem Politik Ortosepali

Sistem Politik ortosepali merupakan sistem politik yang tidak mempunyai legislatif serta sistem kepartaian, namun mempunyai eksekutif dan birokrasi

4. Sistem Politik Heterosepali

Sistem politik Heterosepali merupakan sistem politik yang tidak mempunyai sistem kepartaian, namun mempunyai eksekutif, legislatif, serta birokrasi.

5. Sistem Politik Metasepali

Sistem Politik Metasepali merupakan sitem politik yang dipunyai oleh eksekutif, legislatif, birokrasi, serta sistem kepartaian.

6. Sistem Politik Suprasepali

Sistem Politik Suprasepali merupakan sistem politik yang mempunyai eksekutif, legislatif, birokrasi, serta sistem kepartaian, beserta dengan badan-badan nerara lainnya.

Macam-Macam Sistem Politik Secara Umum

Beranjak dari para tokoh diatas, dapat kita simpulkan bahwa sistem politik secara umum jenis-jenis sistem politik dapat dapat dibedan menjaI:

1. Sistem Politik Otokrasi Tradisional

Sistem politik otokrasi tradisional merupakan bentuk politiknya memiliki cir-ciri sebagai berikut:

  1. Dipilih atas dasar tradisi
  2. Adanya kelas-kelas dalam hal ekonomi, nilai serta moral
  3. Pemimpin menjadi sebuah badan kebersamaan
  4. Lebih menekankan terhadap kolektivisme yang dilandaskan pada kekerabatan dibandingkan dengan individualisme
  5. Kebebasan individu dalam kelompok kurang dihargai dan lebih mementingkan keinginan dari golongan kecil penguasa

Baca juga : Pengertian Konstitusi bagi Negara, Unsur-Unsur, Dan Pembuatannya

Seorang yang memimpin dari sistem otokrasi tradisonal ini adalah seorang sultan, raja, atau emi yang memiliki kekuasaan nyata bukan hanya simbolis. Pemimpin dipilih berdasan kan turun temurun, dan peraturan negara dibentuk oleh segolongan kecil dari penguasa tersebut tanpa adanya aspirasi dari masyarakat.

2. Sistem Politik Totaliter

Sistem politik totaliter memilii beberapa ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

  1. Tidak adanya persamaan serta kekebasan dapal berpolitik
  2. Semua memiliki kesamaan dalam hal ekonomi
  3. Sistem politik ini dalam hal kewenangannya yang memiliki sifat totaliter, serta memaksa
  4. Partai digunakan sebagai kontrol politik serta ekonomi masyarakat
  5. Ideologi dipandang sebagai agama politik

Negara yang menggunakan sistem politik totaliter ini biasanya berbentuk rezim otokrasi (pemerintahan dari segolongan kecil penguasa) atau yang biasanya disebut oleh paham komunis atau fasis. Sistem politik ini gunakan oleh negara, seperti, Republik Rakyat China (RRC), Korea Utara, Kuba, serta Vietnam.

3. Sistem Politik Otoriter.

Sistem politik otoriter memiliki beberapa ciri, yaitu sebagai berikut:

  1. Rakyat tidak diperbolehkan ikut dalam urusan politik
  2. Tidak diperbolehkannya adanya oposisi
  3. Tidak diperolehkannya untuk mengkritik pada pemerintahan
  4. Di dalam negara yang menggunakan sistem ini hanya menggunakan satu partai (partai tunggal)

Sistem politik otoriter ini biasanya digunkan oleh negara yang menggunkan sistem kekerajaan, seperti Arab Saudi.

4. Sistem Politik Oligarki

Sistem politik oligarki ialah sebuah sistem politik yang dilandaskan pada kekuasaan negara yang dipegang oleh beberapa orang (golongan elit), dengan menggunkan cara apapun agar rakyat dapat mematuhi segala peraturan yang dibuat oleh pemerintah negara.

Golongan elit disebut memanfaatkan negara hanya untuk mencapai tujuan mereka, sedangkan tujuan negara seperti kesejahteraan masyarakat, keadilan , kemerdekaan yang harusnya didapat tidak dapat terwujud.

Baca juga : Cara Memperoleh Menjadi WNI Menurut UU No. 12 Tahun 2006

Negara yang menganut sistem ini pada masadahulu adalah Yunani Kuno, namun pada masa sekarang biasanya digunakan oleh negara yang menganut komunis yang berada dibawah kendali anggota-anggota presidium, kemudian dituhaskan pada sekretaris jenderal serta wakil-wakilnya.

5. Sistem Politik Demokrasi

Sistem politik dengan sistem demkrasi mempunyai beebrapa ciri yang perlu kita ketahui, antara lain sebagai berikut:

  1. Dalam sistem ini setiap orang memiliki persamaan serta kebebasan dalam politik
  2. Tidak adanya jenjang-jenjang berdasarkan ekonomi
  3. Kewenangan berdasarkan hukum serta Undang-Undang yang berlaku
  4. Mampu bersatu walaupun terdapat perbedaan
  5. Dalam sistem ini kekuasaan merata dari seluruh lapisan masyarakat

Demikian artikel pada kesempatan kali ini yaitu tentang macam-macam sistem poitik, baik menurut para ahli mapun secara umum. Apabila terdapat kesalahan, kekurangan, ataupun masukan silahkan beri komentar dibawah ini. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment